Pendekatan Spasial dalam Penentuan Prioritas Area Irigasi pada Musim Kering

Mouli De Rizka Dewantoro
*

Sari


Sawah tanaman padi di daerah utara Jawa Barat bagian utara merupakan salah satu lumbung padi nasional. Sumber pengairan atau irigasi tanaman padi bagian utara Jawa Barat sebagian besar bersumber dari aliran sungai citarum yang masuk ke waduk jatiluhur dan disalurkan dengan saluran irigasi ke daerah irigasi utara Jawa Barat. Pengelolaan distribusi air perlu memperhatikan prioritas lahan irigasi agar memperoleh hasil yang maksimal. Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat berfungsi sebagai metode yang dapat digunakan untuk mengolah data yang berbasis spasial atau keruangan. Pendekatan SIG dan kebencanaan menjadi salah satu pendekatan yang dapat menjadi alternatif penentuan prioritas irigasi pada sawah padi. Musim kemarau di Indonesia sering mengakibatkan beberapa wilayah terjadi bencana kekeringan yang tidak terkecuali pada lahan sawah. Kekeringan juga mengakibatkan gagal panen yang menjadikan berkurangnya produksi padi di Indonesia. Pendekatan dan faktor bencana kekeringan dapat menjadi salah satu faktor pertimbangan dalam penentuan prioritas irigasi sehingga dapat memaksimalkan sistem irigasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah peta area prioritas irigasi di wilayah utara Jawa Barat. Hasil penelitian adalah diketahui prioritas pertama irigasi lahan sawah seluas 9.385,87 ha.


Kata Kunci


Sistem Informasi Geografis; irigasi; musim kering; produksi padi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 2006. 2005 World Population Data Sheet of The Population References Bereau.

Anita A. Boling. 2007. Yield constraint analysis of rainfed lowland rice in Southeast Asia. PhD thesis. Wageningen University.

Aronoff, Stan. 1989. Geographic Information System a Management Perspective. WDL Publication : Ottawa-Canada.

Burrough, P.A. 1986. Principles of Geographic Information Systems for Land Resource Assessment. Monographs on Soil and Resources Survey No. 12, Oxford Science Publications : New York.

Collins, M.G., Steiner, F.R., Rushman, M.J., 2001. Land-use suitability analysis in the United States: historical development and promising technological achievements. Environmental Management 28 (5), 611–621.

Conrad, C., Dech, S. W., Hafeez, M., Lamers, J. and Tischbein, B. 2008. Remote Sensing Based Hydrological Modeling for Irrigation Performance Assessment in the Lower Reaches of the Amu Darya River in Central Asia. "MODSIM, International Congress on Modelling and Simulation" : Christchurch, New Zealand.

Dulbahri. 1993, Sistem Informasi Geografi, Yogyakarta: Puspic Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Maclean., et. al. 2002. Annals of Botany Volume.92 Edisi 5. Wallingford.Oxon:Cabi Publishing.

Malczewsky., J. 2003. GIS-Based Land-use Suitability Analisys: a critical overview. Progress in Planning 62 (2004) 3–65. Elesvier.

Republik Indonesia. 2006. PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG IRIGASI.

Rice. E.B. 1997. Paddy Irrigation and Water anagement in shouteast Asia. The International Bank for Reconstruction and Development/THE WORLD BANK: Washington, D.C.

Snyder, R. L.; Melo-Abreu, J. P. 2005. Frost protection: fundamentals, practice, and economics – Volume 1". Food and Agriculture Organization of the United Nations. ISSN: 1684-8241.

Steinitz, C., Parker, P., Jordan, L., 1976. Hand drawn overlays: their history and prospective uses. Landscape Architecture 9, 444–455.

Vughn E, et all. 2002. Dasar-dasar dan Praktek Irigasi (Terjemahan Endang P dan Soetjipto). Jakarta: Erlangga.


Statistik Tampilan

Sari : 1539 kali
PDF : 1160 kali


DOI: http://dx.doi.org/10.31028/ji.v8.i1.59-71

Hak Cipta (c) 2013 Jurnal Irigasi



Jurnal Irigasi terindeks oleh:

 

Creative Commons License

Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hak Cipta Jurnal Irigasi, didukung oleh OJS.